Opening

Selamat Datang di web Orang Jombang

Selamat Membaca Berbagai Artikel Di Bawah Ini

Jumat, 22 Januari 2010

Mempercepat Windows

Berikut ini adalah trik-trik simple untuk mempercepat windows. efektifitas trik-trik ini mungkin berbeda-beda, tip-tip berikut mungkin bisa membuat komputer anda tidak stabil. maka. PROCEED WITH CAUTION. Juga jangan lupa lakukan backup registry sebelum tweaking.

Quote:
Cara Back up registry start>run>regedit>file>export - kasih nama backup .reg anda - klik ok - done

1. Mendisable Service Windows yg tidak diperlukan.
Karena windows ditujukan untuk berbagai user dan tugas, maka windows membuat service yg sebenarnya tidak tidak terlalu diperlukan. Service2 berikut ini seringkali memakan resouce yg tidak sedikit, dengan mendisable (me-non-aktif-kan) maka komputer kita bisa mendapatkan sedikit boost karenanya.
Quote:

* Alerter
* Clipbook
* Computer Browser
* Distributed Link Tracking Client
* Fast User Switching
* Help and Support - (Jika anda mengunakan windows help, maka langkah ini diskip aja)
* Human Interface Access Devices
* Indexing Service
* IPSEC Services
* Messenger
* Netmeeting Remote Desktop Sharing
* Portable Media Serial Number
* Remote Desktop Help Session Manager
* Remote Procedure Call Locator
* Remote Registry
* Remote Registry Service
* Secondary Logon
* Routing & Remote Access
* Server
* Telnet
* TCP/IP NetBIOS Helper
* Upload Manager
* Universal Plug and Play Device Host
* Wireless Zero Configuration -(Jangan didisable jika anda mengunakan Wireless)
* Workstation
Cara mendisable service diatas:
1. Klik start>Run>ketik “services.msc”
2. Dobel klik service yg hendak diubah
3. Ubah startup type menjadi ‘Disable”

2. Matikan System restore
System restore bisa bermanfaat jika komputer bermasalah, akan tetapi semua restore point yg disimpan bisa memakan ruangan yg cukup besar di harddisk. System restore membebani karena selalu memonitor sistem, dengan mendisable system restore maka sebagian resorce bisa dialokasikan untuk hal yg lain.
1. Buka Control Panel
2. Klik Performance and Maintenance
3. Klik System
4. Klik System Restore tab
5. Klik ‘Turn off System Restore on All Drives’
6. Klik ‘Ok’

3. Defrag Pagefile
Keeping your pagefile defragmented can provide a major performance boost. One of the best ways of doing this is to creat a separate partition on your hard drive just for your page file, so that it doesn’t get impacted by normal disk usage. Another way of keeping your pagefile defragmented is to run PageDefrag. This cool little app can be used to defrag your pagefile, and can also be set to defrag the pagefile everytime your PC starts. To install:
1. Download and Run PageDefrag,
2. kasih centang pada “Defrag at next Reboot”,
3. Klik OK
4. Reboot

4. Mempercepat akses Folder - dengan mendisable Last Access Update.
Jika anda memiliki banyak folder dan subdirectories, maka akses ke Direktory2 Windows XP terasa sangat berat dan seringkali cuman membuang waktu. Dengan mengupdate time stamp di registry, yaitu last access update untuk semua sub directory. Proceed with caution: Langkah berikut bukan untuk N00bie
1. Start>Run>regedit
2. “HKEY_LOCAL_MACHINE\System\CurrentControlSet\Contr ol\FileSystem”
3. Klik kanan di bagian yg kan (cari area yg kosong), lalu pilih ‘DWORD Value’
4. Bikin DWORD Value dengan nama ‘NtfsDisableLastAccessUpdate’
5. Klik kanan pada value baru terus pilih ‘Modify’
6. Ubah data menjadi ‘1′
7. Klik ‘OK’

5. Me-non-aktifkan Microsoft System Sounds
Secara default MS sound systems membuat komputer berbunyi/bersuara ketika booting awal, shutdown, error, dll. Skenario suara windows jelas-jelas membuat komputer lebih lambat (terutama dalam waktu shutdown dan booting awal), untuk me-non-aktifkan silahkan ikuti langkah berikut:
1. Buka Control Panel
2. Klik Sounds and Audio Devices
3. Klik tab Sounds
4. Pilih “No Sounds” dari Sound Scheme
5. Klik “No”
7. Klik “Apply”
8. Klik “OK”

6. Mempercepat waktu Boot
Fitur yg lumayan asik dari Windows XP adalah kemampuan untuk mendefrag ketika ada dalam proses booting. Boot Defrag pada prinsip menata file2 yg relevan dengan booting secara berurutan. Secara default fitur ini telah diaktifkan pada beberapa Build Windows, tapi beberapa build windows tidak, ada baiknya kalo kita cross check terhadap fiotur yg satu ini.
1. Start Menu>Run
2. Regedit
3. HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Dfrg\BootOpt imizeFunction
4. Cari “Enable” dibagian kanan regedit
5. Klik “Modify”
6. Pilih “Y to enable”
7. Reboot

Tambahan: Bootvis juga bisa dicoba, untuk memangkas waktu boot dengan manufer yg manis.

7. Mempercepat Performa Swapfile
Jika anda memiliki ram lebih besar dari 256MB bisa dibilang tweaking yg ini akan membuat sistem anda berjalan lebih cepat. Tweaking ini pada dasarnya PC kita mengunakan setiap byte dari memori fisik yg terpasang di komputer kita, SEBELUM mengunakan swap file.
1. Start>Run
2. “msconfig.exe”>ok
3. Klik tab System.ini
4. Klik tanda plus pada tab 386enh
5. Klik kotak new kemudian ketik “ConservativeSwapfileUsage=1″
6. Klik OK
7. Restart

8. Mempercepat Loading Windows Menu
Tweak ini adalah tweaking fav saya, karena akan komputer kita terasa lebih cepat. Tweaking ini membuang waktu delay ketika kita mengklik menu dan windows XP menampakkan Menu.
1. Start>Run
2. Regedit>Ok
3. “HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\Desktop\”
4. Pilih/Sorot “MenuShowDelay”
5. Klik kanan dan pilih “Modify’
6. Ketik angka “100″
Angka 50-150 adalah kisaran yg baik, bisa disesuaikan dengan Mood anda

9. Mempercepat Loading Program.
Tweaking ini bisa berjalan untuk sebagian besar program. Jika program tidak mau loading seperti yg diharapkan, silahkan aja dikembalikan ke setting semula.
1. Klik kanan pada icon/shortcut yg berkaitan dengan program.
2. properties
3. Pada kotak ‘target’, tambahkan ‘ /prefetch:1′ diakhir kalimat.
4. Klik “Ok”
gampang kan, Program akan loading lebih cepat.

10. Mempercepat Shutdown Windows XP.
Tweaking ini mengurangi waktu tunggu secara otomatis ketika windows sudah menerima instruksi untuk shutdown.
1. Start>Run
2. ‘Regedit’>OK
3. ‘HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\Desktop\’
4. Sorot ‘WaitToKillAppTimeout’
5. Klik kanan dan pilih modify
6. Ubah value menjadi ‘1000′
7. Klik ‘OK’
8. Sorot ‘HungAppTimeout’
9. Klik kanan dan pilih modify
10. Ubah value menjadi ‘1000′
11. Klik ‘OK’
12. ‘HKEY_USERS\.DEFAULT\Control Panel\Desktop’ sorot WaitToKillAppTimeout’
13. Klik kanan dan pilih modify
15. Ubah value ke ‘1000′
16. Klik ‘OK’
17. ‘HKEY_LOCAL_MACHINE\System\CurrentControlSet\Contr ol\’ sorot ‘WaitToKillServiceTimeout’
19. Klik kanan dan pilih modify
20. Ubah value menjadi ‘1000′
21. Klik ‘OK’

Domains Gratis

hay Sob taukan Domain berbayar seperti .com, .net, .org, .info, .cn, itu biasanya dijual sekitar 70-150rb rupiah. Karena domain2 tersebut memang membuat situs kita lebih profesional dan mudah diingat. Coba namanya syswoagoess.blogger.com pasti agak sulit ya bwat di ingat tapi kalo syswoagoess.com enak didenger,diingat, dan di baca mau punya domain gratis yang kaya begonono okey ini caranya Sob :
1. ayo klik disini untuk daftar
2. lalu daftarkan Sobat disana
3. nah kalo sudah Sobat tunggu konfirmasi E-mailnya nunggu sambil ( makan camilan)
4. truz kalo dah ada pesan dari free domains box, klik linknya
5. nah kalo dah aktif plend langsung login okay
6. truz plend KLik Refer Other People di member panel
7. Sebarkan domain ini (http://www.freedomainsbox.com/signup.php?rid=50db)
cari 7 Manusia untuk menjadi teman, jika satu manusia mendaftar pake domain di no.6, Sobat akan mendapatkan 1 point untuk 1 orang
8.Ber campur Es alias BeRes...


okay kalo Sobat ga ngerti bisa di tanya lewat komentar okay.....

PENAMBANG PASIR LIAR


Jombang adalah kabupaten yang terletak di bagian tengah Provinsi Jawa Timur. Luas wilayahnya 1.159,50 km², dan jumlah penduduknya 1.165.720 jiwa (2005). Pusat kota Jombang terletak di tengah-tengah wilayah Kabupaten, memiliki ketinggian 44 meter di atas permukaan laut, dan berjarak 79 km (1,5 jam perjalanan) dari barat daya Kota Surabaya, ibu kota Provinsi Jawa Timur. Jombang memiliki posisi yang sangat strategis, karena berada di persimpangan jalur lintas selatan Pulau Jawa (Surabaya-Madiun-Jogjakarta), jalur Surabaya-Tulungagung, serta jalur Malang-Tuban.

Penambangan pasir secara besar-besaran di beberapa daerah di Jawa Timur telah menimbulkan keresahan. Selain mengakibatkan rusaknya lingkungan, jalan desa juga hancur karena di lewati oleh tru-truk pengangkut pasir dengan muatan yang sangat berat. Meski diprotes, penambangan itu terus berlangsung. Kegiatan penambangan pasir secara liar di beberapa wilayah Jatim perlu perhatian serius karena jumlah dan dampak yang dihasilkan dari kegiatan tersebut telah meresahkan warga dan dapat membahayakan kelestarian lingkungan.

Salah satu daerah tempat penambangan pasir liar dengan peralatan mekanik adalah di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Brantas, Jombang. Belum lagi penambangan pasir-batu (sirtu) yang berada di kawasan Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Aktivitas penambangan pasir liar didaerah sungai tersebut selain merusak lingkungan, juga merusak jalan-jalan poros desa yang dilewati truk-truk pengangkut pasir. Pada akhirnya, kerugian juga akan ditanggung pemkab, karena mereka harus mengeluarkan dana tak sedikit untuk perbaikan jalan maupun reklamasi lingkungan.

Di Kabupaten Jombang, jumlah lokasi penambangan pasir liar sedikitnya ada empat titik, di mana pada setiap titik terdapat lima sampai 11 ponton atau perahu. Mereka dilengkapi mesin penyedot, bahkan beberapa di antaranya dilengkapi conveyor (alat mekanik untuk memindahkan pasir dari perahu ke daratan). Jumlah sebesar itu telah mampu untuk merusak lingkungan di daerah aliran sungai di jangka waktu yang akan mendatang, sehingga sekecil apapun penambangan sungai seharusnya mampu untuk lebih menyeimbangkan ekosistem sungai yang diharapkan dapat memberi dampak yang positif bagi warga sekitar DAS bukan malah memberi rasa kwatir bagi warga selitar DAS.

Lokasi penambangan pasir liar itu tersebar mulai Desa Bandarkedungmulyo dan Brangkal, pada daerah Kecamatan Bandarkedungmulyo terdapat dua desa yaitu Desa Turipinggir dan Kedungrejo, di kecamatan Megaluh terdapat tiga desa yaitu Desa Randuwatang, Kudu; dan Desa Keboan, Ngusikan. Sedangkan jalan rusak, di antaranya, di Desa Brangkal dan Turipinggir. Sepanjang sekitar tiga kilometer jalan makadam dan poros desa rusak akibat dilewati puluhan truk pengangkut pasir.

Pihak DPRD Jombang berkali-kali mendesak aparat menindak pelaku penambang liar dan menutup penambangan pasir mekanik. Tapi para petugas, utamanya dari pemkab, setengah-setengah dalam menertibkan penambang. Karena dengan adanya penambangan ini maka pihak Pemkab dapat memperoleh retribusi dari setiap truk yang mengangkut pasir-pasir tersebut. Kesulitan lain yang timbul karena lokasi penambangan pasir itu mayoritas berbatasan dengan wilayah Nganjuk dan Mojokerto sehingga ketika dioperasi, para penambang biasanya lari ke arah Nganjuk dan Mojokerto, sehingga hanya sebagian kecil dari mereka yang terjaring.

Berbagai dampak yang dapat di akibatkan dari adanya penambangan liar itu antara lain seperti dijelaskan di atas yaitu kerusakan infrastruktur transportasi yang menjadi bagian dari kelancaran kehidupan di daerah tersebut, contohnya kerusakan jalan desa sebagai penghubung desa satu dengan yang lain. Dalam segi lingkungan penambangan liar, mengakibatkan kerusakan ekosistem dapat mengganggu keseimbangan dan kelestarian berbagai organisme yang seharusnya dapat hidup dan menyeimbangkan linkungan Daerah Aliran Sungai, pada kondisi yang lebih parah penambangan pasir liar dapat menyebabkan tanah longsor dan erosi tebing sungai.

Rabu, 20 Januari 2010

MODERNISASI PERTANIAN (PEMBANGUNAN PERTANIAN)

Secara umum modernisasi adalah proses pembaharuan untuk mencapai sesuatu situasi yang lebih baik. Dengan konteks pertanian maka modernisasi adalah proses pembaharuan (transformasi) agribisnis sehingga sesuai dengan perkembangan zaman. Fokus dalam upaya modernisasi yang dimaksud adalah modernisasi pengusaha, modernisasi pekerja, modernisasi perusahaan, serta modernisasi struktural agribisnis. Indikator suatu modernisasi adalah adanya perubahan orientasi usaha, jenis teknologi, cakupan usaha, skala usaha dan manajemen usahatani. Perubahan orientasi yang dimaksud adalah yang dahilunya petani subsistem menjadi petani yang komersil yaitu petani yang sudah berfikir secara komersil tentang hasil usahanya.

Dari segi teknologi, ditunjukkan adanya penggunaan sarana pertanian yang telah modern. Ciri dari sarana yang modern adalah

  1. dihasilakan industri
  2. mengandalkan tenaga mekanis
  3. tidak tergantung luas lahan

dengan digunakan alat yang lebih modern maka usahatani yang dilakukan lebih pada usahatani komersil. Dimana input saprodi sangat diperhitungkan untung rugininya.

Skala usahatani, modernisasi lebih mengejar untuk mendapatkan kondisi usaha efisien minimum (MES). Dimana cakupan usaha pada kondisi tersebut menunjukkan kondisi yang mempunyai cakupan yang besar.

Modernisasi dalam Manajemen ditunjukkan sudah tersusunnya spesialisai yang jelas dan menuju pada manajemen perusahaan. Dengan adanya hal ini maka akan terjadi efisiensi tenaga kerja.

Modernisasi dari segi pengusaha adalah keadaan yang lebih baik dari segi personalianya seperti rasionalitas, antisipasi, empati, mobilitas, serta sikap dan nilai.

Rasionalitas yang dimaksud adalah senantiasa memahami dan menjelaskan kejadian dan situasi dalam hubungan sebab akibat berdasarkan kaidah ilmiah. Antisipasi adalah suatu kemampuan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi di masa depan, dan melakukan sikap penyesuaian dalam menyikapi haltersebut. Empati adalah kemampuan untuk memahami arti dari sikap dan perilaku setiap orang. Mobilitas adalah kemampuan seorang pengusaha untuk dapat mobile dari status sosial yang satu ke status sosial yang lain. Sikap dan nilai yang dimaksud disini adalah mengacu pada nilai motifasi dan pandangan hidup untuk berupaya meraih kemajuan untuk keberhasilan dalam usaha.

Perbedaan dari pembangunan dengan modrenisasi adalah jika pembangunan adalah hanya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa secara umum dan kesejahteraan petani pada khususnya. Modernisasi pertanian dapat dilihat dari struktur jaringan agribisnis. Ada 5 atribut penting yaitu keragaman, komplementaritas, integrasi, keseimbangan serta dinamika yang jelas dalam sistem/struktur agribisnis. Jadi secara garis besar pembangunan dengan modrenisasi merupakan dua hal yang berbeda namun pada hakekatnya keduannya memiliki sifat utama yang sama yaitu menjadikan sesuatu untuk menjadi kondisiyang klebih baik.

Dalam proses modernisasi pertanian maka perlu adanya aspek penasehat untuk menjadi pendukung eksternal yang cukup kuat. Aspek-aspek tersebut antara lain:

  1. adanya perlindunagn dan kepastian hukum
  2. disiplin kerja dan penguasaan ketrampilan yang tinggi
  3. kebijakan ekonomi yang transparan
  4. pelaku agribisnis tidak berfikir monopolistik
  5. struktur dan budaya ekonomi yang demokratis
  6. penataan struktur dan kelembagaan agribisnis
  7. pengembangan infrastruktur yang berorientasi pada komparatif yang tinggi

Modernisasi dan pembangunan memiliki sifat untuk mencapai perubahan yang lebih baik. Adanya tumpang tindih antara modrnisasi dan pembangunan dapat menyebabkan pengaruh yang baik positif maupun negatif. Namun dengan adanya damapk tersebut maka keduanya harus berupaya bersatu untuk menjadikan kondisi yang lebih baik hingga suatu tujuan bersama yaitu kesejahteraan petani dapat tercapai tanpa adanya hal-hal yang mengganggu

TKI yang sedih

Permasalahan para TKI ini bukan hanya semata-mata dari TKI itu sendiri, tetapi juga banyak pihak yang ikut terlibat di dalamnya. Untuk itu diperlukan aturan yang jelas, baik dari negara atau pun aturan umum yang harus dipatuhi secara bersama. Aturan-aturan itu juga harus didukung oleh para penegak hukum, sehingga tercermin contoh yang baik bagi masyarakat. Hal-hal tersebut diperlukan supaya tidak ada lagi kasus-kasus penganiayaan, pelecehan, dan sebagainya terhadap tenaga kerja Indonesia. Serta hubungan diplomatik yang kuat dengan negara-negara penerima TKI ini harus juga diperkuat, sehingga setiap masalah terhadap TKI ini dapat diselesaikan dengan bener-benar serta tidak ada masalah dengan hubungan bilateral antar dua negara.Jadi, pada dasarnya permasalahan terhadap TKI ini merupakan masalah bersama, baik itu dari masyarakat ataupun dari pemerintah harus bersama-sama kerja sama dan sama-sama kerja dalam kemenanggulangi masalah ini, supaya kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi lebih baik lagi. Dan juga diharapkan pemerintahan yang baru ini bisa lebih serius engamati masalah TKI ini.

Mata Pencarian Penduduk Mata Pencarian “Primer” sepeti agrikultur, perkebunan, dan perikanan merupakan mata pencarian utama pada tahun 1960-an tetapi waktu ke waktu terus berkurang sehingga pada saat ini merupakan mata pencarian yang paling tidak popular. Mata Pencarian “Sekunder” sepeti perkilangan pada awalnya kurang digemari penduduk tetapi pada tahun 1990 sektor ini meningkat. Akan tetapi, pada tahun-tahun berikutnya jumlah pekerja di sector ini menurun sedikit demi sedikit. Mata Pencarian “Tertiary” seperti perkhidmatan pada awalnya cukup banyak pekerjanya. Sampai saat ini, sektor ini lah yang paling banyak dipenuhi oleh pekerja-pekerja Korea .Salah satu poin penting Kesepakatan Kemitraan Ekonomi (EPA) Jepang-Indonesia adalah dibukanya akses pasar kerja Jepang bagi tenaga- tenaga kerja Indonesia yang semiterampil dan berketerampilan rendah (unskilled). Benarkah ditandatanganinya EPA membuka peluang terjadinya migrasi tenaga kerja Indonesia yang sulit mendapatkan pekerjaan di sini untuk mengisi peluang kerja di Jepang, dalam jumlah besar? Tampaknya tidak segampang itu. Untuk bisa masuk ke pasar Jepang—meskipun sudah ada kesepakatan EPA—tenaga kerja Indonesia dan negara lain (seperti diungkapkan beberapa pejabat Jepang dalam berbagai kesempatan) tetap harus memenuhi akreditasi dan sertifikasi yang berlaku Jepang, tak cukup dengan sertifikasi negara asal. Dan yang jelas, mereka juga harus bisa berbahasa Jepang.

Selama ini, Jepang hanya membuka pintu untuk tenaga profesional dan berketerampilan tinggi. Baru kali ini Jepang lebih terbuka menyangkut impor tenaga kerja kurang terampil dan semiterampil—atas desakan Kadin Jepang atau Keidanren—kendati di dalam negeri sendiri masih terjadi kontroversi. Jumlah pekerja asing yang dibutuhkan Jepang selama kurun 1995-2050 untuk mengatasi krisis tenaga kerja—akibat terus menurunnya tingkat kelahiran dan terus meningkatnya proporsi penduduk usia lanjut dalam 40 tahun terakhir—diperkirakan mencapai 33,5 juta orang. Jepang juga mengalami kelangkaan tenaga kerja di sektor atau jenis pekerjaan tertentu, terutama pekerjaan kasar, kotor, dan berbahaya, karena generasi muda Jepang cenderung menghindari pekerjaan seperti ini. Dirjen Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri (PPTKLN) Depnakertrans I Gusti Made Arka mengatakan, EPA Jepang-Indonesia merupakan tantangan sekaligus peluang untuk penempatan tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Jepang.

Minggu, 17 Januari 2010

SUMBER DAYA ALAM PULIH DAN TAK PULIH

Pengelolaan sumber alam dan lingkungan hidup bertujuan, pertama, menjaga kelestarian produktivitas sumber alam yang meliputi tanah, hutan, air serta lautan; dan kedua, menang­gulangi kemerosotan lingkungan hidup. Dalam usaha mencapai tujuan itu maka dilaksanakan kegiatan-kegiatan pengawetan tanah dan air di areal produksi pertanian, reklamasi tanah kritis, pencegahan perupakan pesisir dan pencegahan pertisakan hutan. Agar kegiatan-kegiatan tersebut dapat dilaksanakan dengan hasil guna yang setinggi-tingginya, maka baik dalam merencanakannya maupun dalam melaksanakannya perlu diperhi­tungkan bahwa kegiatan kegiatan tersebut merupakan bagian integral dari pembangunan masyarakat yang menyeluruh. Dalam hubungan ini, di samping memperhitungkan masalah-masalah fiaik teknis dan ekonomi dalam merencanakan dan melaksana- kan kegiatan tersebut diperhitungkan pula masalah-masalah sosial budaya yang ada dan yang mungkin timbul. Di waktu yang lalu kerusakan sumber alam dan kemerosotan lingkungan hidup telah merupakan masalah. Di masa mendatang bahaya kerusakan dan kemerosotan lingkungan hidup itu tetap akan ada.

Kegiatan pengawetan tanah dan air dan lain-lain­nya yang disebutkan di atas, terutama dimaksudkan untuk me­ningkatkan pendapatan petani dan nelayan miskin di daerah-daerah kritis dengan jalan meningkatkan produktivitas tanah garapan dan perairan yang merupakan sumber mata pencaharian mereka. Di samping itu usaha-usaha tersebut juga dimaksudkan untuk mengamankan tempat-tempat pemukiman dan bangunan-ba­ngunan serta jaringan-jaringan prasarana yang telah dibangun terhadap bahaya banjir, kekeringan dan pelumpuran. Selanjutnya usaha-usaha tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan daya dukung lingkungan perairan agar semakin mampu mendukung usaha-usaha pembangunan selanjutnya.





Gambar 1. Hubungan antar pertumbuhan Ekonomi dengan

Barang Sumber Daya

Pertumbuhan ekonomi suatu negara atau wilayah akan mengakibatkan pertumbuhan yang positif pula dalam permintaan dan juga tingkat produksi barang sumber daya, hal ni disebabkan penigkata ekonomi selalu di barengi dengan penigkatam pula ilmu pengetahuan yang dikuasai oleh warga setempat. Dua hal tersebut saling timbal balik dan mempunyai dampak yang positif. Tingginya barang produksi yang dihasilkan juga akan meningkatkan pendapatan dan pergerakan uang dalam masyarakat akan semakin cepat. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa dua variable tersebut mempunyai hubugan yang positif karena peningkatan di salah satu variable akan mengakibatkan peningkatan di variable yang lainnya.


Gambar 2. Hubungan antar pertumbuhan Ekonomi

dengan Persediaan Alam

Pertumbuhan ekonomi suatu kawasan akan mengakibatkan permintaan akan Sumber Daya Alam akan meningkat seiring benyaknya kebutuhan yang harus dipenuhi oleh manusia yang termasuk didalamnya. Banyaknya permintaan akan mengakibatkan persediaan Sumber Daya Alam mengalami kemerosotan Quantitasnya sehingga hal tersebut akan mengakibatkan kelangkaan barang dipasaran. Hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan tersedianya sumber daya alam tidak sama dengan hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan tersedianya barang sumber daya yang digunakan dalam proses produksi. Semakin cepat pertumbuhan ekonomi akan semakin banyak barang sumber daya yang diperlukan dalam proses produksi yang pada gilirannya akan mengurangi tersedianya sumber daya alam yang ada di dalam bumi karena barang sumber daya itu harus diambil dari tempat persediaan (stock) sumber daya alam. Dengan demikian dapat dikatakan ada hubungan yang positif antara jumlah dan kuantitas barang sumber daya dan pertumbuhan ekonomi




Gambar 3. Hubungan Tingkat Pertumbuhan

Dengan Tingkat Pencemaran

Jadi terdapat hubungan yang positif antara pembangunan ekonomi dan pencemaran lingkungan. Semakin giat pembangunan ekonomi semakin tinggi pula derajat pencemaran lingkungannya. Gambar 3 menunjukkan hubungan tersebut yaitu pada sumbu horisontal digambarkan tingkat pertumbuhan ekonomi dan pada sumbu vertikal digambarkan tingkat pencemaran. Apabila laju pertumbuhan ekonomi setinggi Yo% maka tingkat pencemaran lingkunagn setinggi Po dan bila tingkat pertumbuhan ekonomi setinggi Y1% maka tingkat pencemaran lingkungan setinggi P1. jadi dapat disimpulkan bahwa kegiatan produksi barang dan jasa mengahsilkan sesuatu yang berguna untuk meningkatkan kesejahteraan hidup penduduk, tetapi di lain pihak karena adanya pencemaran lingkungan merupakan faktor yang menekan kesejahteraan hidup penduduk. Adapun hubungan antara jumlah penduduk, pertumbuhan ekonomi, barang sumber daya, barang sumber daya alam dan lingkungan dapat digambarkan sebagai berikut:

Sumber daya alam dikelompokkan menjadi 2, yaitu sumber daya alam pulih dan sumber daya alam tak pulih. Sumber daya alam tak pulih mempunyai sifat bahwa volume fisik yang tersedia tetap, dan dapat diolah kembali. Untuk memulihkan kembali sumber daya ini membutuhkan waktu yang cukup lama (ribuan tahun). Contohnya yaitu: batu bara, minyak tanah, gas alam, minyak bumi, batu-batuan dll. Sumber daya alam pulih yaitu memiliki sifat terus-menerus ada. Contohnya adalah angin, air, udara, sinar matahari, dan lain-lain. Walaupundemikian untuk sumber daya alam pulih harus dapat digunakan sebaik mungkin, sebab kesalahan dalam memanfaatkannya sumber daya ini akan mengakibatkan kerugian yang sifatnya kontinyu. Ada beberapa masalah yang sedang banyak dibahas penyelesaiannya di kalangan masyarakat dan pemerintahan, contohya kegiatan penambangan pasir dan batu di berbagai tempat di propinsi Jawa Timur, serta penambangan minyak bumi yang semakin hari semakin menurun jumlahnya.

Penambangan pasir secara besar-besaran di beberapa daerah di Jawa Timur telah menimbulkan keresahan. Selain mengakibatkan rusaknya lingkungan, jalan desa juga hancur. Meski diprotes, penambangan itu terus berlangsung. Kegiatan penambangan pasir secara liar di beberapa wilayah Jatim perlu perhatian serius. Misalnya, penambangan pasir liar dengan peralatan mekanik di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Brantas, Jombang, kini marak lagi setelah dua bulan lalu ditertibkan. Belum lagi penambangan pasir-batu (sirtu) semisal di Kecamatan Ngoro, Mojokerto, yang dipersoalkan dewan. Aktivitas tersebut selain merusak lingkungan, juga merusak jalan-jalan poros desa yang dilewati truk-truk pengangkut pasir. Pada akhirnya, kerugian juga akan ditanggung pemkab masing-masing, karena mereka harus mengeluarkan dana tak sedikit untuk perbaikan jalan maupun reklamasi lingkungan Seperti diketahui, aktivitas penambangan sirtu liar kian marak selama satu dekade terakhir. Aktivitas itu dinilai hanya mengedepankan keuntungan pribadi tanpa memperhatikan aspek kerusakan lingkungan yang ditimbulkan. Dampak jangka panjang penambangan yang berpindah-pindah pun membahayakan keselamatan masyarakat. Apalagi jika diguyur hujan lebat, wilayah tersebut rawan longsor.

Minyak bumi sebagai salah satu SDA tak pulih, sehingga persediaannya dalam bumi semakin lama akan semakin menurun. Konsumsi dan ketergantungan manusia terhadap minyak bumi menjadikan konsumsi minyak bumi semakin tinggi seiring pernigkatan jumlah enduduk di dunia. Sejak dahulu pemakaian minyak bumi telah mengalami pasang surut yang disebabkan oleh eksploitasi besar-besaran, sebagai contoh pada tahun 70-an yang dapat dilihat di tabel dibawah ini:


PRODUKSI MINYAK BUMI, 1972/73 — 1974/75

Tahun

PRODUKSI

(Juta Barrel)

1972/73

412,3

1973/74

508,4

1974/75

485,5

Sesuai dengan sifat dari SDA tak pulih maka suatu saat minyak bumi akan mengalami kelangkaan dan pada kondisi yang berbahaya minyak bumi akan habis. Disaat seperti ini manusia akan berfikir untuk menciptakan sumber energi baru yang dapat menggantikan keberadaan dari minyak bumi. Berbagai sumber energi baru telah diciptakan, dan semua itu berasal dari bahan nabati atau tumbuh-tumbuhan. Sebagai contoh adalah adanya pengolahan minyak jarak sebagai minyak diesel, pengolahan bio gas dari limbah rumah tangga, dsb.